Saat itu Gus Dur memang menyatakan bahwa Prabowo dinilai sebagai orang yang paling ihlas terhadap rakyat Indonesia. Tetapi tidak ada kalimat satupun yang menyatakan Gus Dur mendukung Prabowo. Namun statemen itu kemudian oleh para pengikut Prabowo diartikan sebagai dukungan politik kepadanya.
Dan oleh karna itu, video pernyataan Gus Dur itu kemudian diproduksi dan diblow up secara besar-besaran menjelang Pilpres 2014 lalu dan kini menjelang Pilpres 2019 pun kembali dimunculkan. Tentu saja dengan maksud untuk meraup dukungan warga NU kepada Prabowo.
Benarkah Gus Dur mendukung Prabowo ?
Bagi warga NU , memahami statemen Gus Dur tidak bisa dengan mata telanjang hanya dilihat dari luarnya saja. Sering sering apa yang dikatakan Gus Dur memiliki makna tersembunyi yang hanya bisa dipahami oleh para pengikut sejatinya. Dan ini sudah mafhum dipahami oleh kader-kader NU dan para pengikut Gus Dur.
Gus Dur diyakini sebagai Ulama Khos (khusus) yang memiliki kemampuan linuwih melihat apa-apa yang belum terjadi. Dalam khasanah Ilmu Tasawwuf di NU hal itu dikenal sebagai kemampuan Kassaf (mampu melihat apa yang tidak dilihat orang awam) atas tersingkapnya hati. Kassaf hanya dimiliki oleh orang khoss yang punya keududukan dekat dengan Tuhan karna kesucian hatinya. Dan warga NU meyakini, Gus Dur merupakan ahlul Kassaf.
Gus Dur sangat paham dengan apa dan siapa Prabowo termasuk sepak terjangnya cukup lama. Ia adalah anak emas alm Soeharto dengan reputasi dan keberanian sikap militernya yang mengkhawatirkan. Gus Dur pasti tau akan semua itu. Dalam konteks Pilpres Gus Dur pun pasti tau hal-hal apa yang bisa dilakukan Prabowo atas kekalahan yang akan diterimanya. Bisa jadi Gus Dur sudah tau, kalau Prabowo akan kalah dalam Pilpres saat itu dan rencana-rencana pascanya.
Dengan predikat Ihlas itu tentu Ia harus legowo , tidak boleh marah saat nanti mengalami kekalahan politik dalam Pemilu. Dan faktanya nasehat Gus Dur itu sangat ampuh kepada Prabowo. Ia telah menunjukan diri sebagai tokoh yang ihlas walaupun kalah dalam Pilpres 2014. Dan sikap itu memang yang harus Ia ambil dalam sistem demokrasi kita ini.
Itulah kehebatan Gus Dur, meredam bahaya besar dengan kekuatannya sebagai Guru Bangsa yang menyejukkan semuanya.
Jika Gus Dur mendukung Prabowo, tentu saja Yenny Wahid tidak mau menjatuhkan dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019 besok. Dan Yenny tentu sangat paham dengan Gus Dur sebagai orang yang paling dekat dalam hidupnya.
Gerindra Tetap anggap Gus Dur mendukung Prabowo
Sebagaimana diberitakan kompas.com (26/9), Partai Gerindra masih meyakini, Gus Dur mendukung Prabowo. Oleh karna itu menurutnya, pendukung Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gusdurian tetap akan ada yang memilih Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Hal itu disampaikan oleh Ketua DPP Partai Gerindra Riza Patria saat dimintai tanggapan terkait sikap keluarga Gus Dur yang memilih mendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.
"Teman-teman sudah tahu kalau Gus Dur pernah menyampaikan, bahwa orang yang paling ikhlas di republik ini, ya Pak Prabowo," kata Riza Patria di Jakarta, Rabu (26/9/2018), seperti dikutip kompas.com **


